Alhamdulillah, telah terlaksana kegiatan Outing Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kelas VI Fase C dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Topik Memanfaatkan Sampah Daun sebagai batik Ecoprint. Kegiatan outing kali ini dilakukan di sekolah dengan mendatangkan guru tamu atau narasumber yaitu Ibu Yayuk pemilik d’Aisha Batik Probolinggo. Outing kali ini dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Februari 2025 yang diikuti oleh 114 siswa dan 6 guru damping.
Kegiatan kali ini diawali dengan sholat dhuha berjamaah pukul 07.00 WIB – 07.30 WIB. Setelah itu para siswa mendengarkan penjelasan materi dan Langkah kerja dari Ibu Yayuk. Pukul 08.00 WIB para siswa mulai melakukan persiapan kegiatan membatik dengan ecoprint. Setiap kelompok siswa diberikan selembar kain berukuran 100 cm x 115 cm, plastik pembungkus dan juga daun yang akan dijadikan cetakan. Selain itu, setiap kelompok dibagi sesuai dengan pewarna yang akan digunakan untuk membatik. Adapun warna alam yang digunakan yaitu warna alami (dengan kapur dan tawas), tunjung dan
Setelah kain dicelupkan ke dalam pewarna sesuai pembagian kelompok tadi, kain didiamkan selama 15 menit. Disisi lain, para siswa mempersiapkan plastik yang akan digunakan sebagai pembungkus dan juga macam-macam daun yang telah dipilih. Setelah 15 menit, kain diangkat dan diperas kemudian dibuka lebar dan diletakkan di atas plastik. Kini saatnya para siswa berkreasi Menyusun daun membentuk berbagai macam motif yang menarik. Kegiatan membatik kali ini tentunya berkesinambungan dengan pelajaran seni rupa dimana para siswa belajar pola simetris, asimetris serta ragam hias pada tumbuhan.
Setelah selesai menyusun daun, lembaran kain pertama akan ditutup dengan kain kedua dan dibungkus plastik lalu. Setelah terbungkus, lalu kain tadi diinjak agar zat tanin pada daun keluar dan membentuk motif. Kemudian kain tadi digulung seperti membuat lontong menggunakan pipa plastik. Gulungan tadi diikat rapat menggunakan tali rafia lalu dimasak dengan cara dikukus selama 2 jam. Kegiatan kali ini tentunya sangat menyenangkan bagi para siswa karena hal ini baru pertama kali dilakukan. Mereka akhirnya juga paham bahwa membuat batik tidak mudah dan membutuhkan kesabaran serta ketelitian.
Setelah 2 jam, gulungan kain tadi dibuka dan diangin-anginkan lalu dijemur. Tidak sampai disini saja, setelah kering kain batik ini nantinya masih akan diproses lebih lanjut yaitu dengan cara dibilas menggunakan cairan khusus. Kegiatan terakhir ini dilakukan dengan tujuan agar warna yang dihasilkan dari daun tadi tidak pudar dan bisa bertahan lama. Setelah melihat hasilnya, anak-anak sangat senang karena motif yang dihasilkan beranekaragam dan menarik. Namun, ada juga siswa yang kurang puas dengan hasilnya karena warna daun yang keluar tidak maksimal.
Adanya kegiatan outing membatik kali ini diharapkan para siswa dapat memperoleh pelajaran yang berharga. Mereka dapat berkreasi dan membuat karya yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang serta menghasilkan nilai guna barang sesuai dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Selain itu, para siswa diharapkan dapat mensyukuri bahwa yang Allah Swt. ciptakan di bumi ini dapat bermanfaat bagi kehidupan seperti daun tumbuhan yang mereka pakai saat ini untuk membatik.